Dinamika pembelajaran, inovasi ekstrakurikuler, dan antusiasme warga sekolah di SMP Negeri 1 Sukamakmur (ONESMAR) melahirkan beragam cerita inspiratif setiap harinya. Mengimbangi pesatnya transformasi teknologi informasi di lingkungan pendidikan Kabupaten Bogor, buletin sekolah yang sebelumnya berbasis cetak kini bertransformasi menjadi platform publikasi digital yang interaktif dan mudah diakses.
MPLS Ramah Tahun 2026
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun 2026.
Paturay Tineung
Paturay Tineung Siswa/i Kelas 9 TP. 2022/2023.
In House Training (IHT) 2019
Kegiatan IHT Menyambut Tahun Ajaran Baru 2019/2020.
Jumat Sehat
Kegiatan Jumat Sehat di SMPN 1 Sukamakmur.
Kepramukaan
Kegiatan Kepramukaan SMPN 1 Sukamakmur.
Berkebun
Salah satu upaya pelestarian lingkungan untuk mencapai sekolah adiwiyata.
MPLS
Kegiatan MPLS Tahun 2022.
Sabtu, 03 Oktober 2026
Mengukir Karya Menembus Batas: Resmi Diluncurkan Buletin Digital SMP Negeri 1 Sukamakmur
Minggu, 16 Agustus 2026
Untaian Doa dan Harapan
Sukamakmur — Hari yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti Bumi Tegar Beriman. Keluarga Besar SMP Negeri 1 Sukamakmur dengan penuh rasa hormat dan suka cita mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Bupati Bogor, Bapak Rudy Susmanto, S.Si.
Di momen bertambahnya usia ini, segenap civitas akademika SMP Negeri 1 Sukamakmur—mulai dari Kepala Sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh siswa-siswi—menghaturkan doa terbaik untuk kepemimpinan beliau.
"Semoga Bapak senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kelancaran dalam memimpin Kabupaten Bogor."
Dedikasi dan Komitmen untuk Pendidikan Kabupaten Bogor
Sebagai insan pendidikan, kami mengapresiasi tinggi kepemimpinan Bapak Rudy Susmanto, S.Si. yang senantiasa membawa semangat perubahan positif dan menaruh perhatian besar bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Bogor.
Langkah strategis dan visi beliau menjadi pijakan utama dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang Istimewa & Gemilang selaras dengan cita-cita Kuta Udaya Wangsa.
"Semoga di usia yang bertambah ini, Bapak semakin sukses dalam mewujudkan Bogor yang Istimewa & Gemilang serta terus berkomitmen memajukan pendidikan Kabupaten Bogor."
Terus Melangkah dan Menginspirasi
Bertambahnya usia adalah momentum syukur atas jejak pengabdian yang telah terukir, sekaligus awal dari langkah baru menuju masa depan yang lebih cerah. Kami percaya, di bawah naungan kepemimpinan yang bijaksana, Kabupaten Bogor akan semakin maju dan berdaya saing.
Terus Melangkah, Mengabdi, dan Menginspirasi untuk Bogor yang Lebih Baik.
Selamat Ulang Tahun, Bapak Bupati. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, petunjuk, serta kesehatan dalam setiap tugas pengabdian demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor.
Salam hangat,
Keluarga Besar SMP Negeri 1 Sukamakmur
Kabupaten Bogor
Rabu, 01 Juli 2026
DAFTAR ULANG SPMB SMP NEGERI 1 SUKAMAKMUR TH. 2026
👉 PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SPMB TAHUN 2026
Akses akun SPMB anda untuk mengetahui pengumuman hasil seleksi
Senin, 12 Juli 2021
MATERI MPLS KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
MATERI
KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Di era globalisasi ini banyak tantangan memang
bagi negeri kita, namun kesadaran berbangsa dan bernegara sudah selayaknya
rakyat dan pemerintah untuk bersama sama memberikan pemahaman bagi rakyatnya,
khususnya kaum muda. Pemerintah ikut bertanggung jawab mengemban amanat untuk
memberikan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi warganya, bila rakyat bangsa
Indonesia sudah tidak memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, maka ini
merupakan bahaya besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang
mengakibatkan bangsa ini akan jatuh ke dalam kondisi yang sangat parah bahkan
jauh terpuruk dari bangsa-bangsa yang lain yang telah mempersiapkan diri dari
gangguan bangsa lain.Mengingat kondisi bangsa
kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa warga bangsa Indonesia di
negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Hal ini bisa kita lihat dari berbagai daerah sering bergejolak diantaranya
tawuran antar warga, perkelaian pelajar, ketidakpuasan terhadap hasil pilkada,
perebutan lahan pertanian maupun tambang, dan lain-lain. Kesadaran Berbangsa
dan Bernegara mempunyai makna bahwa individu yang hidup dan terikat dalam
kaidah dan naungan di bawah Negara Kesatuan RI harus mempunyai sikap dan perilaku
diri yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan
bertindak demi kebaikan Bangsa dan Negara Indonesia.
Berbagai
masalah yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara sebaiknya
mendapat perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga amanat pada UUD 1945
untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan wilayah Republik Indonesia serta
kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan.
Hal lain yang dapat
mengganggu kesadaran berbangsa dan bernegara di tingkat pemuda yang perlu di
cermati secara seksama adalah semakin tipisnya kesadaran dan kepekaan sosial di
tingkat pemuda, padahal banyak persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan
peranan pemuda untuk membantu memediasi masyarakat agar keluar dari himpitan
masalah, baik itu masalah sosial, ekonomi dan politik, karena dengan
terbantunya masyarakat dari semua lapisan keluar dari himpitan persoalan, maka
bangsa ini tentunya menjadi bangsa yang kuat dan tidak dapat di intervensi oleh
negara apapun, karena masyarakat itu sendiri yang harus disejahterakan
dan jangan sampai mengalami penderitaan. Di situ pemuda telah melakukan
langkah konkrit dalam melakukan bela negara.
Kesadaran
bela negara adalah dimana kita berupaya untuk mempertahankan negara kita
dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat yang
berdasarkan atas cinta tanah air. Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan
rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri masyarakat. Upaya bela negara
selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga
negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung jawab dan rela
berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Keikutsertaan kita dalam
bela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air kita.
Nilai-nilai
bela negara yang harus lebih dipahami penerapannya dalam kehidupan masyarakat
berbangsa dan bernegara antara lain:
1. Cinta Tanah Air
Negeri
yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai. Kesadaran bela
negara yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada kecintaan kita kepada
tanah air kita. Kita dapat mewujudkan itu semua dengan cara kita mengetahui
sejarah negara kita sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga
lingkungan kita dan pastinya menjaga nama baik negara kita.
2.
Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Kesadaran
berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus sesuai dengan
kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan hidup
bangsanya. Kita dapat mewujudkannya dengan cara mencegah perkelahian antar
perorangan atau antar kelompok dan menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di
tingkat nasional maupun internasional.
3.
Pancasila
Ideologi
kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan sungguh luar biasa, pancasila
bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu
keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, etnis,
dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap
ancaman, tantangan, dan hambatan.
4.
Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara
Dalam
wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk bangsa dan negara.
Contoh nyatanya seperti sekarang ini yaitu perhelatan seagames. Para atlet bekerja
keras untuk bisa mengharumkan nama negaranya walaupun mereka harus merelakan
untuk mengorbankan waktunya untuk bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para
atlet bukan hanya menjadi seorang atlet saja, mereka juga memiliki pekerjaan
lain. Begitupun supporter yang rela berlama-lama menghabiskan waktunya antri
hanya untuk mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang berlaga
demi mengharumkan nama bangsa.
5.
Memiliki Kemampuan Bela Negara
Kemampuan
bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap menjaga kedisiplinan,
ulet, bekerja keras dalam menjalani profesi masing-masing.
Kesadaran
bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan
sekitar seperti menjadi bagian dari Siskamling, membantu korban bencana sebagaimana
kita ketahui bahwa Indonesia sering sekali mengalami bencana alam, menjaga
kebersihan minimal kebersihan tempat tinggal kita sendiri, mencegah bahaya
narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi penerus bangsa, mencegah
perkelahian antar perorangan atau antar kelompok karena di Indonesia sering
sekali terjadi perkelahian yang justru dilakukan oleh para pemuda, cinta
produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus menerus mengimpor barang dari
luar negeri, melestarikan budaya Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang
berprestasi baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Apabila
kita mengajarkan dan melaksanakan apa yang menjadi faktor-faktor
pendukung kesadaran berbangsa dan bernegara sejak dini, yakni dengan
mengembalikan sosialisasi pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah, juga
sosialisasi di masyarakat,niscaya akan terwujud.. Pada pendidikan
kewarganegaraan ditanamkan prinsip etik multikulturalisme,
yaitu kesadaran perbedaan satu dengan yang lain menuju sikap toleran yaitu
menghargai dan mengormati perbedaan yang ada. Perbedaan yang ada pada etnis dan
religi sudah harusnya menjadi bahan perekat kebangsaan apabila antar
warganegara memiliki sikap toleran.
Nasionalisme
adalah sikap mencintai bangsa dan negara sendiri. Nasionalisme terbagi atas ;
a. Nasionalisme dalam arti sempit, yaitu sikap
mencintai bangsa sendiri secara berlebihan sehingga menggap bangsa lain rendah
kedudukannya, nasionalisme ini disebut juga nasionalisme yang chauvinisme,
contoh Jerman pada masa Hitler.
b. Nasionalisme dalam arti luas, yaitu sikap
mencintai bangsa dan negara sendiri dan menggap semua bangsa sama derajatnya.
Hans
Kohn dalam bukunya Nationalism its meaning and history mendivinisikan
nasionalisme sebagai berikut :
- Suatu paham yang berpendapat bahwa
kesetiaan individu tertinggi harus diserahkan pada negara.
- Perasaan yang mendalam akan ikatan terhadap
tanah air sebagai tumpah darah.
Ada
tiga hal yang harus kita lakukan untuk membina nasionalisme Indonesia :
a. Mengembangkan persamaan diantara suku-suku
bangsa penghuni nusantara
b. Mengembangka sikap toleransi
c. Memiliki rasa senasib dan sepenanggungan
diantara sesama bangsa Indonesia
Empat
hal yang harus kita hidari ndalam memupuk sermangat nasionalisme adalah :
a. Sukuisme, menganggap msuku
bangsa sendiri paling baik.
b. Chauvinisme, mengganggap
bangsa sendiriu paling unggul.
c. Ektrimisme, sikap
mempertahankan pendirian dengan berbagai cara kalau perlu dengan kekerasan dan
senjata.
d. Provinsialisme, sikap selalu
berkutat dengan provinsi atau daerah sendiri.
Sikap
patriotisme bangsa indonesia telah dimulai sejak jaman penjajahan, dengan
banyaknya pahlawan pahlawan yang gugur dalam rangka mengusir penjajah seperti
Sultan Hasanudin dari Makasar, Pangeran Diponogoro dari Jawa tengah, Cut Nyak
Dien Tengku Umar dari Aceh dll. Sikap patriotis memuncak setelah proklamasi
kemerdekaan pada periode perjuangan fisik antara tahun 1945 sampai 1949 yaitu
periode mempertahankan negara dari keinginan Belanda untuk kembali menjajah
Indonesia.
Sikap
patriotisma adalah sikap sudi berkorban segala-galanya termasuk nyawa sekalipun
untuk mempertahankan dan kejayaan negara. Ciri-ciri patriotisme adalah:
a. Cinta tanah air.
b. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan
negara.
c. Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
d. Berjiwa pembaharu.
e. Tidak kenal menyerah dan putus asa.
Implementasi
sikap patriotisme dalam kehidupan sehari hari :
Dalam kehidupan keluarga ;
Menyaksikan film perjuangan, Membaca buku bertema perjuangan, dan Mengibarkan
bendera merah putih pada hari-hari tertentu.
Dalam kehidupan sekolah ;
Melaksanakan upacara bendera, mengkaitkan materi pelajaran dengan nilaiu-nilai
perjuangan, belajar dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan.
Dalam kehidupan masyarakat ;
Mengembangkan sikap kesetiakawanan sosial di lingkungannya, Memelihara
kerukunan diantara sesama warga.
Dalam kehidupan berbangsa ;
Meningkatkan persatuan dan kesatuan, Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945,
Mendukung kebijakan pemerintah, Mengembangkan kegiatann usaha produktif,
Mencintai dan memakai produk dalam negeri, Mematuhi peraturan hukum, Tidak main
hakim sendiri, Menghormati, dan menjungjung tinggi supremasi hukum, Menjaga
kelestarian lingkungan.
Minggu, 11 Juli 2021
MATERI MPLS CARA BELAJAR EFEKTIF
Belajar yang efektif adalah proses
belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran itu mampu
memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas
yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat
diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari
pembelajaran itu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar :
1. Belajar
Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat
Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian
penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang
dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun
catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita
sendiri.
3. Membuat
Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin Dalam
Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi Aktif
Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman.
6. Belajar Dengan
Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar
Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
8. Jujur Dalam
Mengerjakan Ulangan dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
9. Jadilah Seorang
Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.
Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.
10. Mendengarkan
Penjelasan Guru Dengan Baik.
Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.
11. Jangan Malu
Untuk Bertanya.
Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.
12. Kerjakan PR
Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!
13. Selalu
Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan
Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!
14. Cukup
Istirahat, Makan Dan Bermain
Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!
15. Banyak
Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai
Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.
16. Ikutilah
Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi
Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.
17. Cari Seorang
Pembimbing Yang Baik
Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.
18. Jangan Suka
Mencontek Teman
Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.
19. Niat Dengan
Sungguh-Sungguh
Kalau belajar tidak sungguh-sungguh ataupun tidak niat, yang ada malah pikiran kita melayang kemana-mana. Entah itu tentang makanan, games, lawan jenis, dll. Oleh sebab itu, belajar yang baik dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh.
20. Lokasi dan
Situasi Yang Kondusif
Jikalau kita belajar, tidak mungkin kalau kita lakukan di tengah jalan raya? Ataupun ketika kita sedang makan. Cara yang paling efektif untuk belajar adalah mencari tempat yang nyaman dan tidak terlalu banyak gangguan agar kita bisa lebih konsentrasi.
21. Hindari Sikap
Tidak Jujur
Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek.
22. Metode Imitasi
Proses belajar bisa berjalan dengan sempurna melalui metode imitasi atau meniru. Metode ini di realisasikan ketika seorang meniru orang lain atau gurunya, metode ini sering di gunakan anak kecil untuk melafal kata bahasa dari orang tuanya, Begitu juga jika ia meniru berbagai perilaku,etika dan tradisi
23. Trial
and Error
Manusia juga belajar dari eksperimen pribadi.dia akan berusaha secara mandiri untuk memecahkan masalah yang di hadapi.terkadang beberapa kali dia melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah, namun dia juga beberapa kali mencoba untuk melakuakan kembali. Sampai pada akhirnya dia mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan benar.
24. Conditioning
Manusia bisa belajar dengan pengkondisian. Seseorang di katakan belajar dengan pengkondisian jika ada stimulun dari indrawi yang merangsangnya. Ketika itulah seseorang menanggapi stimulus tersebut. Tanggapan yang ia berikan ialah suatu respon yang juga di barengkan dengan stimulus netral. Kemudian respon menyertai stimulus netral itu akan di ulang beberapa kali.
Setelah di lakukan pengulangan beberapa kali, kita akan menjumpai bahwa stimulus netrsl bisa memberikan respon dengan sendirinya sekalipun stimulus indrawi sudah tidak ada lagi.contoh klasi yang dilakukan psikolog Rusia Ivan pavlov dalam experimennya yang cukup masyur. Dia membunyikan lonceng (stimulus netral) pada waktu dia meletakkan sedikit makanan di mulut anjing (indrawi).biasanya, jika makanan itu di letakkan di deapn mulut anjing maka anjing tersebut akan meneteskan air liur (respon).dengan demikian air liur berbarengan dengan bunyi lonceng.
Ketika hal ini di ulangi beberapa kali, maka peneliti mencoba untuk membunyikan lonceng tanpa meletakkan makanan pada mulut anjing tersebut. Maka hasilnya anjing tersebut tetap meneteskan air liur ketika ia mendengar suara lonceng, sebuah respon baru yang belum pernah dialami oleh anjing. Sekarang anjing tersebut merespon bunyi lonceng dengan meneteskan air liurnya.padahal sebelum di lakukan eksperimen anjing tersebut tidak meneteskan air liur kalau hanya mendengar bunyi lonceng.
25. Metode
Berpikir
Proses belajar juga bisa berjalan sempurna dengan melalui metode berpikir, dengan metode ini seseorang sering kali mampu menyelesaikan masalah hidupnya, dia akan memilki kesamaan dan apa saja yang tidak memiliki kemiripan. Dengan demikian dia akan bisa menarik kesimpulan, dengan pilihan tersebut. Maka pada kuncinya berilah anak-anak kita pertanyaan yang menurut dia mudah, dengan demikian anak tersebut akan selalu belajar dan berpikir.
26. Mulailah Dari
yang “Kecil”
Mulailah belajar dari topik yang paling anda kuasai / gampang. Setelah itu barulah dilanjutkan dengan topik yang lebih “menantang”. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak langsung down dan putus asa jika mengerjakan soal-soal sulit terlebih dahulu.
27.
Sering-seringlah “Practice”
Latihan dan latihan itulah kunci untuk mahir dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak anda mengerjakan dan memahami soal semakin terbiasa pula anda dalam mengerjakannya.
28. Fokus
Ketika belajar, kita dituntut untuk serius. Jangan setengah hati. Karena pikiran kita tidak dapat melakukan / memikirkan beberapa kegiatan / hal dalam satu waktu.
29. Mohon
Bimbingan-NYA
Jangan lupa banyak-banyak berdoa. Karena selain dari nilai religi-nya, hal tersebut dapat membuat kita lebih fokus ketika belajar dan dapat membuat pikiran kita lebih tenang.
30. Menggunakan
Media dan Sumber-Sumber Yang Relevan
Jika kita hanya
menggunakan 1 buku sebagai bahan patokan untuk belajar. Apapun hasil yang kita
dapat belum tentu maksimal. Untuk itulah, cobalah untuk mencari-cari hal yang
terkait kita pelajari dengan menggunakan Sumber dan Media yang sudah ada. Kita
bisa mencarinya dengan menggunakan Internet, Koran, Buku lain, Majalah, dan
lain-lain. Tentu kita juga tidak mau ilmu yang kita dapat hanya segitu saja
karena hanya mempunyai 1 buku atau sumber yang tidak lengkap. Untuk itulah,
Sumber dan Media hanyalah sebagai pelengkap dalam belajar yang baik dan benar.
MATERI MPLS KURIKULUM 2013
1) mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
4) menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
5) menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain mensyukuri karunia Tuhan, jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP.
c. Kegiatan Penutup Kegiatan penutup terdiri atas:
1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
(a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
(b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan
(c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
2) Kegiatan guru yaitu:
(a) melakukan penilaian;
(b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
(c) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Daya Dukung Proses pembelajaran memerlukan daya dukung berupa ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain.
Pengetahuan
Aspek pengetahuan merupakan aspek yang ada di dalam materi pembelajaran untuk menmbah wawasan siswa di suatu bidang. Di dalam struktur kurikulum ini,jenjang SD memiliki pengetahuan sebanyak 20% dan 80% aspek karakter,jenjang SMP memiliki bobot pengetahuan 40% dan 60% aspek karakter,dan jenjang SMA memiliki bobot pengetahuan 80% dan 20% aspek karakter. Pada Kurikulum 2013 memang diintergrasikan dengan pendidikan karakter yang sebelumnya telah dicanangkan pemerintah sebelum terbentuknya kurikulum ini.
Keterampilan
Aspek keterampilan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat,melaksanakan,dan mengerjakan suatu soal atau proyek sehingga siswa dapat terlatif sifat ilmiah dan karakter yang merujuk pada aspek keterampilan. Aspek keterampilan dapat berupa keterampilan pengerjaan soal,keterampilan pengerjaan dan pelaksanaan proyek,keterampilan membuat teks,dan keterampilan dalam menjawab soal lisan.
Sikap dan Perilaku
Aspek penilaian sikap dan perilaku merupakan aspek penilaian dengan menilai sikap dan perilaku peserta didik selama proses pembelajaran. Aspek penilaian ini dinilai oleh guru dalam jurnal harian,teman sejawat dalam sebuah lembaran nilai,dan diambil oleh diri masing-masing siswa.
MATERI MPLS ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA
A. PENGERTIAN
Wawasan : Suatu pandangan atau sikap
yang mendalam terhadap suatu hakikat. Wiyata : Pendidikan Mandala : Tempat atau
lingkungan Wiyata mandala adalah sikap menghargai dan bertanggung jawab
terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan.
Unsur-unsur wiyata mandala:
1.
Sekolah
merupakan lingkungan pendidikan
2.
Kepala
sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan
pendidikan dalam lingkungan sekolah.
3.
Antara
guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk
mengemban tugas pendidikan (hubungan yang serasi)
4.
Warga
sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus menjunjung tinggi martabat dan
citra guru.
5.
Sekolah
harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya dan mendukung antarwarga.
B. SEKOLAH DAN FUNGSINYA
Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan
PBM, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, teknologi
dan keterampilan. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal tempat
berlangsungnya PBM untuk membina dan mengembangkan:
1.
Ilmu
pengetahuan dan teknologi
2.
Pandangan
hidup/kepribadian
3.
Hubungan
antara manusia dengan lingkungan atau manusia dengan Tuhannya
4.
Kemampuan
berkarya.
C. FUNGSI SEKOLAH
Fungsi sekolah adalah sebagai tempat
masyarakat belajar karena memiliki aturan/tata tertib kehidupan yang mengatur
hubungan antara guru, pengelola pendidikan siswa dalam PBM untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dlam suasana yang dinamis.
D. CIRI-CIRI SEKOLAH SEBAGAI MASYARALAT
BELAJAr
Ciri-ciri sekolah sebagai masyarakat
belajar adalah :
1. Ada guru dan siswa, timbulnya PBM yang
tertib
2. Tercapainya masyarakat yang sadar, mau
belajar dan bekerja keras.
3. Terbentuknya manusia Indonesia
seutuhnya.
E. PRINSIP SEKOLAH
Sekolah sebagai Wiyata Mandala selain
harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, juga harus mencegah masuknya faham
sikap dan perbuatan yang secara sadar ataupun tidak dapat menimbulkan
pertentangan antara sesama karena perbedaan suku, agama, asal/usul/keturunan,
tingkat sosial ekonomi serta perbedaan paham politik. Sekolah tidak boleh hidup
menyendiri melepaskan diri dari tantangan sosial budaya dalam masyarakat tempat
sekolah itu berada. Sekolah juga menjadi suri teladan bagi kehidupan masyarakat
sekitarnya, serta mampu mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang akan menimbulkan
pertentangan. Untuk itu sekolah memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Sekolah sebagai wadah/lembaga yang
memberikan bekal hidup. Dalam hal ini sekolah seharusnya bukan hanya sekedar
lembaga yang mencetak para intelektual muda namun lebih dari itu sekolah harus
menjadi rumah kedua yang memberikan pelayanan dan pengalaman tentang hidup,
mulai dari berorganisasi, bermasyarakat (bersosialisasi), pendidikan lingkungan
hidup (PLH) atau bahkan pengalaman hidup yang sesungguhnya.
2. Sekolah sebagai institusi tempat peserta
didik belajar dibawah bimbingan pendidik. Bimbingan lebih dari sekedar
pengajaran. Dalam bimbingan peran pendidik berubah dari seorang pendidik
menjadi seorang orangtua bahkan menjadi seorang kakak.
3. Sekolah sebagai lembaga dengan pelayanan
yang adil/merata bagi stakeholdernya. Hal tersebut bisa berupa pemerataan
kesempatan mendapatkan transfer of knowledge, maupun transfer of experience,
dengan tanpa membedakan baik dari segi kemampuan ekonomi, kemampuan
intelegensia, dan juga kemampuan fisik (gagasan sekolah inklusi).
4. Sekolah sebagai lembaga pengembangan
bakat dan minat siswa. Prinsip ini sejalan dengan teori multiple intelligence
(Howard Gardner) yang memandang bahwa kecerdasan intelektual bukanlah
satu-satunya yang perlu diperhatikan oleh lembaga pendidikan, terutama sekolah.
Kemampuan bersosialisasi, kemampuan kinestik, kemampuan seni dan
kemampuan-kemampuan lainnya juga perlu diperhatikan secara seimbang.
5. Sekolah sebagai lembaga pembinaan
potensi di luar intelegensi. Peningkatan kemampuan intelektual, emosional
maupun kemampuan-kemampuan lainnya mendapat perhatian yang seimbang.
6. Sekolah harus memberikan perhatian
serius untuk mengembangkan kemampuan emosional dan sosial, kemampuan
berkomunikasi dan berinteraksi, kemampuan bekerjasama dalam kelompok, dan
lain-lain.
7. Sekolah sebagai wahana pengembangan
sikap dan watak. Sikap sederhana, jujur, terbuka, penuh toleransi, rela
berkomunikasi dan berinteraksi, ramah tamah dan bersahabat, cinta negara, cinta
lingkungan, siap bantu membantu khususnya kepada yang kurang beruntung
merupakan sikap dan watak yang perlu dibentuk di dalam lingkungan sekolah.
8. Sekolah sebagai wahana pendewasaan diri.
Di dalam dunia yang berubah begitu cepat, salah satu kompetensi dasar yang
harus dimiliki tiap peserta didik adalah kompetensi dasar: belajar secara
mandiri. Dengan proses pendewasaan yang diberikan di sekolah, pendidik tidak
lagi perlu menjejali pemikiran peserta didik dengan perintah. Lebih dari itu
peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar ketika ia mencari
dan mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk hidupnya.
9. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat
belajar (learning society). Sekolah bukan hanya sebagai tempat pembelajaran
bagi peserta didik, namun juga seharusnya sekolah mampu menjadi pusat pembelajaran
bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
F. PENGGUNAAN SEKOLAH
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan
yang diperuntukan sebagai tempat proses kegiatan belajar mengajar, tidak
diperbolehkan dijadikan sebagai tempat :
1. Ajang promosi /penjualan produk-produk
perniagaan yang tidak berhubungan dengan pendidikan.
2. Sekolah merupakan lingkungan bebas rokok
bagi semua pihak.
3. Penyebaran aliran sesat atau
penyebarluasan aliran agama tertentu yang bertentangan dengan undang-undang.
4. Propaganda politik/kampanye.
5. Shooting film dan atau sinetron tanpa
seijin Pemerintah Daerah.
6. Kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan
kerusakan, perpecahan, dan perselisihan, sehingga menjadikan suasana sekolah
tidak kondusif.
G. PENATAAN WIYATA MANDALA DALAM UPAYA KETAHANAN
SEKOLAH
1.
Ketahanan
sekolah lebih menitikberatkan pada upaya-upaya yang bersifat preventif.
2.
Untuk
menjadikan sekolah sesuai dengan tujuan dan fungsinya, perlu dilakukan penataan
Wiyata Mandala di sekolah melalui langkah-langkah :
a.
Meningkatkan
koordinasi dan konsolidasai sesama warga sekolah untuk dapat mencegah sedini
mungkin adanya kegiatan dan tindakan yang dapat mengganggu proses belajar
mengajar.
b.
Melaksanakan
tata tertib sekolah secara konsisten dan berkelanjutan.
c.
Melakukan
koordinasi dengan Komite sekolah dan pihak keamanan setempat untuk
terselenggaranya ketahanan sekolah.
d.
Mengadakan
penyuluhan bagi orangtua dan siswa yang bermasalah
e.
Mengadakan
penyuluhan dan pembinanan kesadaran hukum bagi siswa.
f.
Pembinaan
dan pengembangan keimanan, ketaqwaan, etika bermoral Pancasila, kepribadian
sopan santun dan berdisiplin.
g.
Pengembangan
logika para siswa, rajin belajar, gairah menulis, gemar membaca/
informasi/penemuan para ahli.
h.
Mengikutsertakan
siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri.
i.
Mengadakan
karya wisata dalam rangka pengembangan iptek.
H. TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA
SEKOLAH DALAM HAL PELAKSANAAN WIYATA MANDALA
Kepala Sekolah sebagai pimpinan utama,
bertugas dan bertanggung jawab memimpin penyelenggaraan belajar mengajar serta
membina pendidik dan tenaga kependidikan serta membina hubungan kerja sama dan
peran serta masyarakat. Kepala Sekolah dalam melaksanakan penataan Wiyata
Mandala di sekolah, dengan melakukan kegiatan-kegiatan :
1. Melaksanakan program-program yang telah
disusun bersama Komite Sekolah.
2. Menyelenggarakan musyawarah sekolah yang
melibatkan pendidik, OSIS, Komite Sekolah, tokoh masyarakat serta pihak
keamanan setempat.
3. Menertibkan lingkungan sekolah baik yang
berbentuk perangkat keras (sarana prasarana) dan perangkat lunak
(peraturan-peraturan, tata tertib, tata upacara dan lain lain).
4. Mengadakan pertemuan baik rutin maupun
insidentil yang bersifat intern sekolah (kepala sekolah, pendidik, orangtua
siswa, siswa).
5. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat
menunjang ketahanan sekolah seperti PKS, Pramuka, PMR, Paskibraka, kesenian dan
sebagainya.
I. MEKANISME DALAM PELAKSANAAN WIYATA
MANDALA
Dalam rangka pelaksanaan Wiyata Mandala
perlu upaya penang-gulangan secara dini setiap permasalahan yang timbul
sehingga dapat menghilangkan dampak negatifnya, yaitu dilaksanakan secara
terpadu, bertahap dan berlanjut sebagai berikut :
1. Tahap Preventif Upaya untuk meniadakan
peluang-peluang yang dapat memungkinkan terjadinya kasus-kasus negatif di
sekolah, melalui antara lain :
a.
Memelihara
sekolah, dan lingkungan sekolah serta menciptakan kebersihan dan ketertiban
agar siswa merasa nyaman dan menyenangkan dan tidak ada tempat tertentu yang
dijadikan siswa untuk hal-hal negatif.
b.
Menciptakan
suasana yang harmonis antara pihak pendidik/staf dan siswa serta penduduk di
sekitar sekolah.
c.
Membentuk
jaring-jaring pengawasan/kontrol dan razia terhadap kegiatan siswa di
lingkungan sekolah.
d.
Menghilangkan
bentuk-bentuk perpeloncoan pada saat MOS.
e.
Meminimalisir
keterlibatan kelompok maupun perorangan dalam kegiatan sekolah.
f.
Mengisi
jam-jam kosong dengan pelajaran atau kegiatan ekstra lainnya.
g.
Meningkatkan
kegiatan ekstra kurikuler pada masa awal/akhir semester dan masa liburan
sekolah.
h.
Peningkatan
keamanan dan ketertiban khususnya pada saat berangkat/ usai sekolah.
2. Tahap Represif Upaya untuk menindak
siswa yang telah melanggar peraturan-peraturan dan tata tertib sekolah. Upaya
Represif seperti :
a.
Mendamaikan
para pihak yang terlibat perselisihan berikut orangtua/pendidik pembinanya.
b.
Membatasi
areal tempat terjadinya aksi.
c.
Menetralisir
isu-isu yang berkembang dan mencegah timbulnya isu-isu baru.
d.
Berkoordinasi
dengan pihak keamanan apabila terdapat pihak luar sekolah yang melanggar
keamanan, ketertiban dan perbuatan kriminalitas di lingkungan sekolah.
e.
Mengungkap
lebih lanjut keterlibatan pihak luar sekolah atas kasus yang timbul dan
menyelesaikan secara hukum.
f.
Mengikutsertakan
para ahli untuk mengadakan bimbingan dan penyuluhan.
g. Memberikan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku.














